Sonntag, 31. März 2013

Gejolak itu...

Sebenarnya tak pernah membayangkan berada di negara ini. Dulu hanya memimpikan tinggal di Selandia Baru atau Jepang. 2 negara itu benar-benar membuat tergila-gila. Tapi kenyataannya malah sampai di negeri Jerman.

 Keberangkatan ke Jerman dipenuhi banyak kontroversi. Sebenarnya orang tua sangat mendukung, namun kakek nenek sempat tidak menyetujuinya. Pada akhirnya aku tetap berangkat ke Jerman.

 Dan akhirnya saya pilih Jerman karena sekolah tekniknya sudah tak diragukan lagi. Dan teknik industri adalah tujuanku. Semangat dari orang tua yang menggebu, orang tua yang menginginkan anaknya kembali ke tanah air untuk membangun kampung halamannya setelah selesai menuntut ilmu.

 Sebenarnya aku sendiri ada maksud lain ke Jerman. Aku hanya ingin menghindar dari SNMPTN dan seseorang. Keinginan untuk ke Jerman sudah direncanakan sejak Desember 2010. Dan Maret 2011 ada seseorang datang. Namun orang tua tidak menyukainya dan aku harus menghindar darinya, bahkan untuk bertemanpun orang tuaku tetap tidak begitu setuju.

 Akhirnya Januari 2012 berangkatlah aku ke Jerman. Dengan segala usaha dan konsentrasi penuh untuk studi di jerman, dia masih selalu hadir di pikiranku. Padahal aku telah mencari orang lain yang lebih dekat denganku. Namun, namanya hati memang tak bisa dipaksakan. Aku masih ingat ketika ibu selalu menanyakan adakah tambatan hati baru ketika aku sudah di Jerman. Ibu selalu menanyakan itu karena beliau tahu, aku keras kepala sekali kalau menyangkut masalah hati. Memang sih aku cenderung genit dan suka berburu cowo cakep, tapi tetap saja yang dihati cuma si dia. Dan seiring berjalannya waktu, ikhlas itu akhirnya datang juga.

Mulai April 2012 hidupku berubah. Aku menemukan diriku kembali tanpa bayang-bayangnya. Toh dia juga sudah sangat bahagia di sana. Melihat dia bahagia, aku juga ikut bahagia. Terkadang bahagianya seseorang tidak harus dengan selalu ada di sisinya. Cukup dengan mendoakan, memantau dia dari jauh, itu sudah membahagiakan kita. Yang utama tetap ikhlas. Semoga dia selalu bahagia bersama kekasihnya sekarang. Amin.

Mungkin untuk move on itu gampang, namun ikhlasnya itu susah. Butuh waktu lama untuk ikhlas. Yang utama adalah jangan berlarut-larut, tetap berdoa dan ingat akan motivasi, cita-cita, dan keluarga, terutama orang tua.



-Musim Semi 2012 di Koethen. Jalan menuju Auslaenderbehoerde Koethen buat perpanjang Visa-

Freitag, 29. März 2013

Sekolah Tinggi di Jerman

Ada 2 macam sekolah tinggi di Jerman.
1. Universitas
2. Fachhochschule (FH)

Universitas ya layaknya universitas di Indonesia. Sistemnya kuliah di aula gede yang mahasiswanya banyak. Dan mahasiswanya memilih sendiri jam-jam kuliahnya. Kebanyakan  di universitas jarang ada praktek. 40% praktek, 60% teori. Kadang-kadang pelaksanaan ujian di universitas dilakukan saat liburan, contoh di akhir pekan dan libur musim dingin atau musim panas. Karena prakteknya sedikit, kadang-kadang waktu liburan digunakan buat praktikum.

Kalau di FH mahasiswanya lebih sedikit. Biasanya dibagi per kelas-kelas kecil yang isinya kurang lebih 30 orang. Dosen juga lebih kenal ke mahasiswanya karena nggak terlalu banyak. Biasanya jadwal kelasnya udah ditentukan dari Senin-Jumat dan nggak nganggu waktu libur. Ujian juga nggak pas liburan. 40% teori, 60% praktek. Kalo buat yang suka praktek dan ngantuk pas teori sih mending daftar FH aja.

Kata kakak kelas juga FH lebih sedikit mudah dibanding universitas. Tapi kalo yang mau ambil kedokteran, itu harus di universitas.

Donnerstag, 28. März 2013

Studienkolleg

Calon mahasiswa asing di Jerman, haruslah mengikuti program pra-universitas (Studienkolleg/STK, bahasa gaulnya Studkol) selama 2 semester. Bisa dibilang Studienkolleg itu kaya SMA kelas 13. Materi-materi pelajaran juga kaya SMA. Cuma yang ditekankan di Studienkolleg tetaplah pelajaran Bahasa Jerman (Deutsch). Kalau dalam satu semester Deutsch nggak lulus, ya harus ngulang semester itu lagi sampe lulus. Cuma ya pelajaran yang lainnya juga harus lulus.

Studkol di Jerman juga udah ada jurusan-jurusan umumnya.
1. T-Kurs (Teknik)
2. W-Kurs (Ekonomi)
3. G-Kurs (Kaya Sejarah sama Germanistik)
4. SW-Kurs (Ilmu Sosial)
5. M-Kurs (Kedokteran)

Nah tinggal pilih tuh mau jurusan apa yang sesuai sama keinginanmu. hehe. Kalo mau masuk studkol ada tesnya. Biasanya tes bahasa Jerman sama Matematika. Oia, kalo mau ke jerman buat kuliah S1 disarankan paling nggak udah pernah belajar bahasa Jerman sampe B1 atau B2.

Jadi kenapa ada Studkol? Ya, Studkol itu semacem penyetaraan buat calon mahasiswa asing sebelum kuliah. Namanya juga mahasiswa asing, bahasanya juga belum terlalu lancar, jadi dilancarkan dulu nih 2 semester, biar nggak keteteran waktu kuliah. Kalo dari pengalaman kakak kelas sih kadang mereka keteteran juga. Tapi pasti ada jalan dan dimudahkan kok dalam menuntut ilmu. Amin.

Di akhir semester 2 ada namanya Feststellungsprufung (FSP). Ini semacem ujian akhir studkol. Nilai dari FSP dan olahan semua nilai selama studkol dicantumin di Zeugnis (ijasah). Ijasah studkol ini sama kaya Abitur (ijasah sekolah lanjutan atasnya Jerman) yang digunakan untuk mendaftar kuliah di Universitas atau Fachhochschule (FH). Tapi nggak cuma nilai di Abitur aja yang dipake  buat daftar kuliah, nilai rapot kelas 3 SMA sama nilai UAN dan UAS juga dipertimbangkan lho.

Oia, mahasiswa asing itu diberi waktu maximal 2 tahun buat masuk kuliah sejak tanggal dia datang ke jerman. Jadi dalam 2 tahun harus kelar studkol dan hal lainnya yang menunjang kuliah, misalnya praktikum dan sekolah bahasa. Kalau dalam 2 tahun nggak dapet tempat kuliah, itu bisa dideportasi dari Jerman. Dianggapnya kita nggak sanggung kuliah disini.

Nah selama studkol diusahakan bagus ya. Terserah deh mau studkol di kota manapun di Jerman, di kota kecilpun semua studkol standarnya sama. Yang penting harus tetap semangat belajar, ya walaupun cuma mengulang pelajaran SMA, tapi kan semakin banyak mengulang akan semakin mahir dan bagus. hehe. Dan biasanya sih ada banyak cerita-cerita menarik pada saat studkol. Nikmatilah studkol yang cuma sebentar itu, karena masa-masa studkol akan dirindukan layaknya masa-masa SMA. Oia, jangan sering bolos juga ya, karena absensi juga menentukan kelulusan. Harus rajin ya :)

VISA

Nah ini dia, nyawa kedua setelah nyawa diri sendiri kalau tinggal di negeri orang. Visa alias izin tinggal inilah yang dari akhir tahun 2012 sampai 25 Maret 2013 kemarin bikin uring-uringan. Sampe-sampe aku jadi berubah, nggak santai sama orang dan puncaknya aku putus sama pacarku. Hahahaha. Nggak sih, sebenernya masalah visa adalah salah satu pendukung kenapa aku putus sama pacarku. Nggak cuma itu, aku terlalu egois mikirin urusanku sendiri jadi aku pikir aku nggak akan bisa ngurus pacarku. Dan bener kan, sekarang aku emang hampir nggak ada waktu buat pacarku. Untung dia udah kuputusin. Maaf.

*ini kenapa malah curhat* hahahaha. Nggak papa lah ya, curcol.

Jadi ngurus visa ke atau perpanjangan visa di Jerman itu lumayan susah. Harus ada alasan bener-bener mau ngapain di Jerman. Pemerintah Jerman nggak mau ya ngurusin orang-orang yang nggak jelas. Menurut pengalaman waktu pertama ngajuin visa berangkat ke Jerman lumayan ribet. Tapi waktu itu aku diurus agen studiku, dan untungnya aku udah dapet Studienkolleg (Studienkolleg akan dibahas di postingan selanjutnya). Jadi dalam waktu 2 minggu visaku udah kelar. 18 Januari 2012 aku berangkat ke Jerman. Ada teman-temanku yang berangkatnya bulan Februari 2012 karena ya itu, visanya belum jadi. Ada yang butuh waktu 2 bulan lebih karena mereka ada yang pake alasan sekolah bahasa dulu dan belum dapet Studienkolleg.

Itu visa awal berangkat ke Jerman cuma dapet 3 bulan. Selanjutnya harus diperpanjang masa berlakunya kalau memang ingin lanjut di Jerman. hehe. Perpanjangan visa pertamaku berlangsung di sebuah kota kecil namanya Koethen (harusnya oe=o pake titik 2 di atasnya). Itu adalah kota tempat aku dapet Studienkolleg. Namanya  Landesstudienkolleg Hochschule Anhalt, di negara bagian Sachsen-Anhalt. Nggak jauh kok dari Berlin. Naik kereta cuma 2 jam. Perpanjangan visa pertama berlangsung sangat lancar. Aku nggak perlu kasih berkas-berkas lagi karena udah dikirim dari kedutaan besar Jerman di Jakarta waktu ngajuin visa pertama pas udah dapet Studienkolleg. Cuma ada berkas tambahan yaitu data asuransi kesehatan yang baru diurus setalah aku nyampe Jerman. Uang juga masih full 8040 Euro di account Deutsche Bank. So dapet lah aku visa 1 tahun di Koethen selama menuntut ilmu 1 tahun di Studienkolleg.

Nah alhamdulillah sekali aku lulus Studienkolleg 1 tahun. Dari Maret 2012 dan lulus Januari 2013. Harusnya sih aku lanjut kuliah di April 2013. Tetapi jurusan yang aku pengin cuma buka buat Oktober 2013. So, terpaksa aku nganggur. Nah April besok tanggal 8, visaku habis coy. paling nggak sebulan sebelumnya harus ngajuin perpanjangan visa lagi. Kalo di Koethen, perpanjangan visa itu dilihat dari uang di  account bank. Duitku waktu itu tinggal dikit. Kalo mau perpanjang visa 1 tahun, harus ada 7906 euro. Itungannya untuk mahasiswa, 659 euro per bulan. jadi uang di account bank berapa, habis itu dibagi 659 euro. Misal uang tinggal 4000 : 659 = 6,.... Jadi dikasi perpanjangan visa cuma 6 bulan. Dan waktu itu, uangku di bank nggak nyampe 3000. Terus waktu aku ke Auslaenderbehoerde (kantor buat ngurus visa), ditolak dong buat perpanjang visa. Paling nggak uangku harus ada 6000 euro.

Sebenernya dari akhir desember 2012 aku udah mikir mau pindah dari koethen setelah lulus Studienkolleg. Cuma aku bingung dimana. Aku nyari kota-kota gede yang nggak liat duit buat perpanjang visa. 3 kota telah ku tetapkan Berlin, Leipzig, Aachen. Nah alesannya apa pindah kesana? Kebetulan, jurusan kuliah yang aku pengin butuh vorpraktikum (praktikum sebelum kuliah biasanya 5-13 minggu). Jadi aku nyari praktikuman di 3 tempat itu. Susahnya cari praktikuman. 2 bulan aku ngajuin lamaran praktikum ditolak terus. Akhirnya baru dapet tanggal 15 Maret 2013 di Berlin. Alhamdulillah sekali. Dan tanggal 26 Maret 2013 aku ngajuin visa dan langsung jadi dan berlaku sampai 19 Januari 2014. Langsung plong. hohoho

Waktu ngurus visa di Berlin, pegawainya bilang begini, "Anda kan datang tanggal 19 Januari 2012, kenapa cuma dapet perpanjangan visa 1 tahun sampai 8 April 2013?"
Aku jawab, "saya nggak tahu. ya memang dapetnya segitu."
Pegawai, "oooo. Anda kan masih dalam status masa persiapan kuliah (Studienkolleg, Sekolah Bahasa, Vorpraktikum dll) harusnya anda dapat masa perpanjangan visa 2 tahun sejak kedatangan anda di Jerman. Sekarang visa anda saya perpanjang sampai 19 Januari 2014 ya. Lalu visa anda saya tempel di paspor ya, itu bisa menghemat biaya 50 euro daripada pake visa yang kartu. Lalu, bulan Oktober nanti anda harus dapat tempat kuliah agar visa anda bisa diperpanjang masa berlakunya dan berubah status menjadi mahasiswa."
Perpanjang visa di kota besar memang kadang nggak terlalu ribet karena banyak orang asing juga di kota besar. hehe

Akhirnya saya dapet visa seharga 30 euro dan langsung jadi. Subhanallah sekali. Diluar dugaan bung.

 Ini visa awal berangkat ke Jerman

Visa sekarang. :D

Montag, 27. August 2012

19 Juni 2012

Hari ini aku berulang tahun. Aku sempat khawatir tidak bisa ber-skype ria dengan bapak, ibu, adikku. Dan ternyata memang tidak. Ibu tidak sedang dirumah. Beliau ada pelatihan petugas medis haji. 2 minggu lamanya. Aku sempat putus asa. Dan aku ingat, tanggal 18 Juni ga konsen belajar. Dan kalau sedang tidak tenang biasanya aku menangis. Dan benar saja, di pelajaran fisika aku diam-diam menangis. Rindu berulang tahun bersama keluarga. Namun aku kembali tenang. Aku ingat tgl 19 harus masak. Karena aku ingin makan bersama teman-teman disini pada hari ulang tahunku. Tanggal 18 malam sudah kupersiapkan semuanya. Dan waktunya untuk tidur. Aku ingin bangun tengah malam. hehe. Biasanya temanku, namanya wika, tidur bersamaku. Namun waktu itu wika sedang di kamar putri. Dia juga temanku. Dia membawa kunci kamarku, agar aku tidak perlu repot-repot membukakan pintu. Dan akhirnya aku tidur. Sekitar jam setengah 1 dini hari aku terbangun. Aku syok ketika melihat kamar dibuka dan melihat sosok yang benar-benar membuat aku kaget. Dia adalah Arda. Temanku juga. Setelah itu muncul teman-temanku yang lain, putri, wika, clara, gilang, andi, ben, haikal, yunus, dan kak billy. Ternyata mereka menyiapkan kejutan tengah malam untukku. Dan aku tidak menyadari ketika sebelum tidur wika pinjam kunci kamarku. Kukira ya itu hal biasa. Dan acara potong kue dan tiup lilinpun terjadi. Arda yang bawa lilinnya lho. Hehe. First cake buat Arda dong. hehe. Dilanjut pada kasi hadiah. Terus foto-foto. Aku terharu banget dikasi kejutan kaya gini. Walaupun dengan kondisi aku yang ngantuk, rambut berantakan, pokoknya ga banget. Terima kasih banyak untuk teman-teman seperjuangan. Aku sayang kalian. Terima kasih. Walaupun tanpa keluarga disini, kebahagiaan itu tetap ada bersama teman-teman. Terima kasih Ya Allah. Terima kasih banyak sebanyak banyaknya. Semoga di sisa usia ini selalu Engkau ridhoi. Amin.

Sonntag, 26. August 2012

18 Januari 2012

Hari itu ibuku ulang tahun. Dan hari itu aku berangkat ke jerman. Aku tak bisa berkata banyak kepada ibuku hari itu. Aku takut menangis karena harus pergi. Aku hanya bercanda, " ibu gaya. Ulang tahun di bandara Soekarno-Hatta". Maaf ya Bu, anakmu pergi disaat engkau berulang tahun. Semoga ibu selalu bahagia dan selalu dalam lindungan Allah. Ibu yang selalu menginspirasiku. Ibu yang membuatku bisa melewati semua ini. Maaf, juni bandel dan buat ibu jengkel selama ini.Juni sayang ibu, selalu. Untuk bapak, mungkin kita sama-sama bandel ya.. hehe. Tapi bapak adalah bapak paling hebat. Terima kasih telah mendidik juni sekeras ini. Juni jadi bisa menyelesaikan semua sendiri. Mancing, ke sawah, ke gunung, ke kebon, ndorong gerobak, main burung dara, ke bengkel, naik perahu. Walau bapak jarang di rumah, tapi sebelum juni ke jerman, bapak selalu dirumah. Juni kangen solat diimamin sama bapak. Kangen balapan ke meja makan waktu buka puasa. Hehe. Juni sayang bapak juga, selalu. Tyas, adiku, temen curhat, temen main, temen berantem. Mungkin kamu itu sayang sama aku. Hehe. Manja bgt kamu sih. Tapi aku sayang kamu. Jujur, aku lebih kangen kamu daripada kangen sama bapak ibu. hehe. Tyas, maaf ya kalo aku nakal. Habis aku gemes bgt sama kamu. Hehe. Tetep jadi diri sendiri ya yas, jangan terpengaruh orang lain. Jangan sembarangan bergaul sama orang. Jangan alay ya... hehe. miss you so much my sist. Aku lebih banyak diam di hari ini. Bingung. Saat-saat terakhir. Aku akan pulang kok, tapi entah kapan. Karena itu aku diam. Aku takut tak bisa menahan semua dan menangis. Lebih baik aku diam. I had the best day with you, today.

Samstag, 25. August 2012

2012

Sudah lama sekali ga menjamah blog ini. Mungkin saya tidak menyempatkan diri untuk kembali menulis.Semoga sekarang dan seterusnya saya akan tetap menulis. Amin. 2012, tahun ini. sekarang sudah bulan Agustus.Tahun pertama di saya di Jerman. Sudah 7 bulan sejak kedatangan saya pertama tanggal 19 Januari 2012. Januari dan Februari saya habiskan di ibukota, Berlin. Saya tinggal di sebuah apartemen bergaya klasik di Bundesplatz 9, no.13 bersama 9 teman dari Indonesia. Apartemen ini cukup besar dan mewah.

Dan dimulailah petualangan saya di Jerman. Dengan berbagai masalah birokrasi dan romantisme remaja. Saya harus kembali mengikuti kelas bahasa Jerman. Hari-hari saya habiskan di Hartnackschule mulai pukul 9 pagi hingga setengah 4 sore bersama Frau Stickel dan Herr Axel. Guru favorit saya adalah Herr Axel. Keduanya adalah orang Jerman asli yang menurut saya benar-benar mencerminkan watak orang asing yang saya tahu, tepat waktu dan dingin. Namun Herr Axel berbeda. Beliau cenderung lebih santai dan menyelipkan humor setiap mengajar. Beliau juga berpengetahuan luas. Tak jarang kami diajak diskusi tentang politik, budaya, atau hal lain. Sangat menyenangkan. Januari Februari adalah puncak musim dingin di Jerman. Suhu minus belasan bahkan 20 derajat sudah saya alami. Kedinginan di kamar sampai flu gara-gara Heizung (pemanas ruangan) mati. Kemana-mana harus berjaket tebal. Itulah musim dingin. Sedikit dulu ya, setengah jam lagi buka puasa. Persiapan dulu. ^^


-Juni jaman jahiliyah bersama Frau Stickel di Hartnackschule, hari terakhir kelas Deutsch sebelum ke Koethen-



-Indonesische Veranstaltung (Pertemuan bareng orang Indonesia) di Harnackschule bersama pemilik Hartnackschule-



-Kumpul anak-anak Progress bareng Betreuer di Nusantara sebelum pada pisah ke kota masing-masing-



-Foto bareng temen sekelas sama Herr Axel di hari terakhir kelas Deutsch Hartnackschule-


-Juni dan Lala, sebelum main suling bambu di Indonesische Veranstaltung-