Freitag, 30. Januar 2015

Semester 2 Studienkolleg

Setelah liburan musim panas kurang lebih 2 bulan lamanya, akhirnya dimulailah semester 2. Semester baru, Juni pun baru. hehehe.

Awal semester 2 kuyakini dengan keteguhan hatiku ke depan. Keteguhan untuk belajar keras demi Allah dan keluarga, utamanya ya demi diriku sendiri. Semua hal-hal yang "nggak penting" udah ditinggal di Aachen.

Ternyata kelasku tetap di TS 3 sama teman-teman lama dan beberapa teman baru. Dan juga beberapa guru mesti diganti.

Guru Deutsch diganti sama ibu kepala sekolah, Frau Kunze. Beliau baiknya subhanallah banget dan sering promosi HS Anhalt. Aku jadi kepengin lanjut kuliah aja disini. Tapi awalnya emang udah enak di Koethen sih. Cuma ya mau usaha dulu cari kota lain yang ngurus visanya nggak seribet Köthen buat kuliah. hehehe. Frau Kunze jempolan deh.

Guru Fisika diganti sama Herr Brauer. Terus pelajaran TZ diganti sama Technologie, gurunya sih sama, Herr Kunze. Dan pelajaran Technologie itu isinya tentang proses-proses perteknikan dan seringnya pelajarannya nggak jelas. Kita cuma disuruh presentasi tentang teknologi, nonton video, sama diskusi yang kebanyakan Herr Kunze cerita sendiri. Hehe. So far so good lah.

Terus semester 2 ini pelajaran Informatiknya susah. Isinya Programierung (Pemrograman pake C++). Aduh aku sebenernya nggak lulus di pelajaran ini. Tapi untungnya lulus di tes akhir Studienkolleg. Nggak tahu kenapa susah banget ngertiin pelajaran satu ini. Lulusnya pun nilainya pas-pasan banget. Guru Informatiknya juga ganti, jadi sama Frau Pawlak. Beliau emang rada galak. Malah kata sebagian teman-temanku dia serem. Hahaha. Tapi sama aku Frau Pawlak baik banget. Waktu tes akhir kan sama Frau Pawlak, aku nggak enak banget sama beliau. Beliau bilang kalau aku nggak pernah bolos, tapi kenapa aku nggak bisa. Ya aku bilang aja emang aku nggak ngerti. Ya menurutku emang susah banget lah programierung pake C++. Itupun aku dilulusin karena aku nggak pernah bolos. Hehehe. Alhamdulillah deh.

Feststellungspruefung atau FSP, Ujian Akhir Studienkolleg berhasil kulalui dengan baik. Dan nilai FSP dipake buat daftar Uni di sini. Ntar ditambah sama nilai UAS dan UAN dari Indonesia. Semoga aja aku masuk Uni yang aku inginkan. Amin.

Dan ya semester 2, lebih complicated daripada semester 1. Aku masih tinggal di wohnheim karena ya deket dari Studienkolleg. Semua teman-temanku pada pindah ke apartemen pribadi. Tapi aku baik-baik aja, ya walaupun rada kesepian di wohnheim sendirian tanpa teman-teman dekatku, toh masih bisa ketemu pas sekolah dan masih banyak teman-teman yang lain. Hehehe. Dan mulai muncul masalah-masalah di antara teman-teman. Skandal masa lalupun masih terjadi. Masih suka mikir dan nyesel akan semua yang aku lakukan dulu-dulu. Tapi aku makin sadar aku harus berdamai dengan masa lalu dan harus berjuang untuk masa depan.

Foto bersama pelajar Indonesia di akhir acara Studententag

Di semester 2 ini ada event besar di Studienkolleg. Studententag. Semacam Students Day gitu deh. Semua perwakilan dari negara-negara yang ada di Studienkolleg harus menampilkan sesuatu khas dari negara masing-masing. Aku masih inget banget, tanggal 8 November 2012 acaranya, kurang lebih 1 bulan sebelum FSP. Karena pelajar Indonesia ingin menunjukan yang terbaik, dikumpulkanlah seluruh pelajar Indonesia di Köthen dan dibentuklah panitia. Aku pun nggak mau kalah dong, aku juga pengin usaha buat acara ini. Aku jadi anggota tim konsumsi sama koordinator tarian Indonesia.


Tim tari Melayu. Esti, Juni, Wendy, Intan, Queen (kiri ke kanan)
 
Indonesia menampilkan akustik gitar oleh 3 pelajar Indonesia, vocal grup teman-teman Papua, sama medley tarian-tarian Indonesia. Tarian Indonesia yang ditampilkan antara lain, Tari Saman, Tari Melayu, Tari Dayak, Tari Pangkur Sagu dan 1 tarian Papua lain yang aku lupa namanya. Aku sendiri menari Melayu, bersama 4 temanku yang semangat banget latian nari, Intan, Queen, Esti dan Wendy. Terus di akhir tarian Medley, seluruh penari baik dari Saman, Dayak, Melayu dan Papua menari bersama-sama.


Tubies Köthen. Clara, Wika, Juni, Putri (kiri ke kanan)

Karena di hari H Studententag aku banyak mengurus kostum dan teknis acara Tari, tugasku di tim konsumsi agak sedikit terbengkalai. Aku hanya membantu tim konsumsi saat malam, H-1 ketika membuat batagor di rumah ketua tim konsumsi, di tempat Rini. Tapi sebenarnya di tim konsumsi ada banyak teman-teman dan aku sangat ingin membantu Rini, kan Rini adalah salah satu sahabat di Köthen yang banyak menginspirasiku, terutama tentang Islam. hehe

Secara keseluruhan acara Studententag berjalan lancar dan terbilang sukses. Namun ya tetap ada yang merasa kecewa, mungkin karena kurangnya koordinasi di internal panitia.


 Foto bersama di halaman asrama setelah solat Idul Adha. Intan, Asyraf, Sabda, Clara, Juni, Bagas

Selain Studententag, Idul Adha juga kami rayakan di Köthen. Kami bersama-sama melaksanakan solat Idul Adha di aula asrama. Seluruh pelajar muslim dari Maroko dan Indonesia yang sebagian besar hadir. Setelah solat Idul Adha, ternyata oh ternyata Rini dan teman-teman lain sudah masak besar dan kita makan bersama.

Ukhti-ukhti Köthen
Di semester 2 ini Studienkolleg juga mengadakan acara piknik. Untuk pelajar jurusan teknik, tujuan piknik ke museum pesawat dan kota kecil nan cantik, Wernigerode.


 Foto di pelataran kastil Wernigerode bersama Frau on Schmudi, guru Matematika kita tercinta


 
Mereka ini yang membuat aku betah di Köthen ;)

Semester 2 di Köthen dilalui dengan banyak cerita, ditutup dengan sedikit drama. Walaupun begitu, 1 tahun terlewati dan saatnya berkecimpung di dunia perkuliahan. Januari 2013 aku resmi lulus dari Studienkolleg HS Anhalt Köthen. September 2013 aku diterima kuliah teknik mesin di HS Bonn-Rhein-Sieg di barat, Nordrhein Westfalen, jauh dari Köthen yang ada di timur sana.

Banyak pelajaran yang kuambil di Köthen, tentang rasa putus asa, kesedihan, ketakutan, penyesalan dan kesendirian. Itu semua membuatku lebih banyak berfikir. Di sisi lain, aku lebih mengerti tentang arti persahabatan dan cinta. Tentang bagaimana aku bermetamorfosa, dari Juni yang dulu, yang mungkin sangat jauh dari Tuhan, menjadi Juni yang berusaha mendekat kepada-Nya.

Terima kasih kepada teman-teman di Köthen. Maaf bila ada salah kata dan perbuatan yang aku lakukan kepada kalian. Semangat selalu dimanapun kalian berada. Terus berjuang, berkarya dan berdoa khususnya untuk dirimu sendiri. Kita sangat dinanti untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik. :)


Keine Kommentare:

Kommentar veröffentlichen