Awal sampai di Jerman bener-bener excited banget. Nggak nyangka gitu sekalinya naik pesawat langsung jauh dari Indonesia ke Jerman. Dan ketika sampai di Jerman disambut dengan suhu -15 derajat Celsius (kalo nggak salah, pokoknya dingin banget).
-Pusat kota Koethen-
Semuanya abu-abu karena mendung. Waktu itu gerimis di Tegel Airport Berlin. Sedikit foto-foto dan akhirnya kami semua diantar ke Wohnung (tempat tinggal) naik bus. Aku terkagum-kagum dengan transportasi di Berlin. Busnya berhenti menaikan dan menurunkan penumpang di halte. Orang-orang jalan di area khusus pejalan kaki dan semua serba teratur. Beda dengan Indonesia. Hehehe
Jerman, negara dengan banyak kebebasan. Yang membuat aku syok pertama kali saat perjalanan ke Wohnung adalah melihat tulisan "Erotik Museum". Semua teman-teman tertawa dan (mungkin) terkejut. Hahaha. Setelah sampai di Wohnung kami semua diajak makan ke restoran Indonesia namanya Nusantara. Dan aku kembali menemukan sesuatu yang sedikit membuat syok. Ada iklan dengan modelnya pada telanjang. Benar-benar berbeda jauh dengan Indonesia. Kalo di Indonesia udah di demo tuh. Katanya merusak moral atau apalah. Padahal sebenernya di Indonesia tanpa yang begituan juga udah pada rusak moralnya. Ups, maaf. Entah aku ini bego atau emang polos atau apalah nggak tahu. Yang jelas kampunganku keluar. hahaha.
Terus orang-orang disini ya pada cuek-cuek dan nggak SKSD, cenderung nggak ramah. Cuma kalo ada yang ramah, pasti dia ramah banget deh. Ketemu langsung nyapa. Hehehe. Terus orang sini kalo jalan pada cepet-cepet. Karena mungkin cuaca dingin dan ingin cepat sampai tujuan. Selain naik kendaraan umum, orang sini juga suka jalan kaki. Kalau di Indonesia, aku lebih suka jalan perlahan tau naik sepeda menikmati matahari dan sekeliling, walaupun itu siang-siang yang panas. Nggak heran kulitku gosong. Hahaha.
-Pusat kota kecil Koethen, hanya untuk pejalan kaki-
Aku terlalu takut kedinginan. Aku nggak pernah suka dingin. Padahal di Jerman seringnya dingin terus. Musim panas yang beneran panas paling cuma 1 bulan. Aku lebih baik kepanasan daripada kedinginan. Ya mungkin karena aku hidup 18 tahun di daerah tropis seperti Indonesia, dan sekalinya ke Jerman yang 4 musim aku jadi parno kedinginan gini. Hehehe. Musim panas di sini aja aku masih pake kemeja lengan panjang. Hehehe. Bersinarnya matahari di Jerman adalah anugrah terindah. Matahari membuat cerah segala suasana. Orang-orang di sini suka matahari. Kalo musim panas, orang-orang disini pada pake baju tipis-tipis banget, bahkan hampir telanjang. Tapi ya itulah budaya mereka.
-Ernst Reuter Platz dekat TU (Technische Universitaet/Universitas Teknik) Berlin-
Di sini orang-orang juga totalitas kerja banget. Selama setahun ini aku pernah 2 bulan kerja. Waktu liburan musim panas sama musim dingin. Aku pernah kerja jadi kasir 3 hari di Humana, tempat jual barang-barang second hand yang hasil penjualannya buat kegiatan sosial. Terus jadi buruh pabrik coklat sama pabrik makanan pesawat. Kerjanya ya bersih-bersih sama bungkus-bungkus. Asik banget kerja dan lumayan buat biaya hidup sehari-hari. Karena aku pernah kerja, aku jadi tahu susahnya cari duit dan capeknya kerja kasar. Senen-Jumat kerja, Sabtu seneng-seneng, Minggu kembali ngumpulin tenaga buat seminggu ke depan. Toko-toko juga pada tutup semua. Karena semua orang butuh istirahat. Tapi tetep ada sih toko yang buka, paling di tempat-tempat ramai kaya stasiun atau di kota besar.
Profesionalnya orang sini juga bikin aku kagum. Waktu aku kerja, ada bosku yang ngomelin aku. Jujur aku emang awal kerja keteteran banget. Ya kan baru, jadi sering salah. Hehe. Tapi pas jam istirahat, bosnya malah bercandaan sama aku. haha. Terus besok-besoknya jadi baik sama aku. haha. Intinya harus kerja yang bener, biar nggak diomelin. hehehe.
Dan hal paling membahagiakan waktu kerja adalah ketika kamu ketemu dengan sesama orang Indonesia. Kan jadi merasa ada teman satu tanah air. ;)
Oia ketepatan waktu disini juga bikin aku kagum. Jam buka kantor, toko, pokoknya semua terjadwal dengan baik. Semua fasilitas umum juga tepat waktu. Misal bus atau kereta. Kalo di jadwal misalnya dateng jam 10.10, ya pasti datengnya tepat jam segitu. Kalaupun ada telat, biasanya ada pemberitahuan sebelumnya. Keren. Dan biasanya kalau telat, orang-orang udah pada menggerutu. Hehehe. Beda banget waktu aku di Indonesia. Jaman masih kelas 7 SMP, jamannya ke sekolah dari rumah yang jaraknya 18 km. Bus cuma ada setengah jam sekali yang nggak tahu pasti datengnya jam berapa. Secara rumah orang tuaku di desa. Jadi setiap hari harus berangkat sekolah jam setengah 6 pagi. Angkot juga suka nge-time. Hahaha. Seakan-akan waktu di Indonesia itu lebih banyak dan banyak banget membuang-buang waktu untuk nungguin jadwal angkutan umum yang tak pasti. Tapi sebenernya naik angkutan umum di Indonesia itu asik. Cuma ya dimana-mana harus hati-hati. ;)
Orang-orang disini benar-benar memanfaatkan waktu sebaik mungkin. Tak sedetikpun terlewati dengan sia-sia. Mananjemen waktu benar-benar harus bagus kalau kita mau semua hal dapat kita laksanakan sesuai jadwal.
Di Jerman, sampah dipisah-pisah. Ada sampah rumah tangga, sampah plastik, sampah besi, sampah kertas. Di sini jalanan rata-rata pada bersih semua. Kebersihan di sini benar-benar sangat diperhatikan. Hewan peliharaan juga dilindungi. Jarang ada kucing atau anjing liar di sini. Penyayang hewan di sini banyak. Pemerhati lingkungan juga banyak. Di sini banyak yang namanya taman kota atau ruang terbuka hijau.
Masalah makanan, yap, orang sini cenderung hidupnya flat dan monoton aja. Isinya cuma kerja, istirahat, kumpul sama keluarga atau teman di akhir pekan, atau beresin rumah. Menurutku, semua kegiatan mereka sudah terjadwal sedemikian rupa hingga hanya hal-hal penting saja yang mereka kerjakan. Begitu juga makanan. Makanan mereka kayanya cuma roti, daging, salat, buah, susu, sereal. Serba praktis tapi mereka juga perhatikan gizinya kok. Kalo di Indonesia kan kadang namanya masak aja heboh dan bumbunya macem-macem. Di sini mah garem sama lada bubuk aja udah cukup. hehehe. Oia, bagi muslim, hati-hati memilih makanan. Halal atau tidaknya kan kita kadang nggak tahu. Pilih makanan yang psti-pasti aja. Kalo sekiranya meragukan mending jangan beli atau jangan dimakan. Pilih apapun yang pasti-pasti aja, kan YOLO. hehe
Nah, yang paling bikin aku rada gimana banget dan syok adalah orang pacaran. Mereka peluk cium mesra-mesraan di tempat umum itu udah biasa. Hehehe. Kalo di Indonesia kan masih nggak sopan (setahuku sih begitu). Untuk orang yang nggak bakat pacaran kaya aku, aku merasa aneh. Dulu pas aku pacaran, ketemu pacarku aja groginya pake banget sampe salting (menggaram), apalagi pegangan tangan. Udah mau pingsan aku. Hahaha. Orang mabok di jalan juga banyak.
Di sini kadang ada orang yang rasis. Waktu aku kerja di pabrik aja aku dirasisin. Mungkin karena aku orang Asia. Mereka menganggap derajat orang asia lebih rendah. Dan aku kan berkerudung. Udah deh, kalo sekalinya dirasisin itu nggak enak. Tapi nggak semua rasis, orang-orang tertentu aja. Di Jerman pun masih ada kelompok-kelompok Nazi, terutama di daerah bekas Jerman Timur. Mereka agak rese dan kadang rasis juga sama orang asing. Hati-hati aja kalo ketemu sama mereka. Ciri-ciri mereka biasanya kepalanya botak, pake jaket kulit, sama sepatu boot. Tapi selama aku di Jerman (dan aku tinggal di daerah bekas Jerman Timur), alhamdulillah aku baik-baik saja. Intinya sih dimanapun berada harus tetep jadi anak baik, taat aturan, dan jangan lupa berdoa. Orang yang niatnya baik, pasti akan ada jalan baik buatnya juga kok. Dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung.
Intinya selama setahun di Jerman ini aku belajar banyak tentang perbedaan yang mencolok antara Indonesia dan Jerman. Kalo kaya aku ya cuma bisa menyaring mana yang baik dan jeleknya. Yang baik diterapkan, yang buruk dibuang jauh. Intinya untuk terhindar dari hal-hal buruk, tetap harus pegang prinsip dan tujuan awal. Ingat selalu motivasi dan dukungan dari orang-orang yang mendukungmu, terutama orang tua. Jangan sampe deh mengecewakan mereka. Ingat selalu, jadi anak baik yang taat aturan itu banyak manfaatnya kok. Sudah ku buktikan. ;)
So enjoy your live, because YOLO. :D











