Sebenarnya tak pernah membayangkan berada di negara ini. Dulu hanya memimpikan tinggal di Selandia Baru atau Jepang. 2 negara itu benar-benar membuat tergila-gila. Tapi kenyataannya malah sampai di negeri Jerman.
Keberangkatan ke Jerman dipenuhi banyak kontroversi. Sebenarnya orang tua sangat mendukung, namun kakek nenek sempat tidak menyetujuinya. Pada akhirnya aku tetap berangkat ke Jerman.
Dan akhirnya saya pilih Jerman karena sekolah tekniknya sudah tak diragukan lagi. Dan teknik industri adalah tujuanku. Semangat dari orang tua yang menggebu, orang tua yang menginginkan anaknya kembali ke tanah air untuk membangun kampung halamannya setelah selesai menuntut ilmu.
Sebenarnya aku sendiri ada maksud lain ke Jerman. Aku hanya ingin menghindar dari SNMPTN dan seseorang. Keinginan untuk ke Jerman sudah direncanakan sejak Desember 2010. Dan Maret 2011 ada seseorang datang. Namun orang tua tidak menyukainya dan aku harus menghindar darinya, bahkan untuk bertemanpun orang tuaku tetap tidak begitu setuju.
Akhirnya Januari 2012 berangkatlah aku ke Jerman. Dengan segala usaha dan konsentrasi penuh untuk studi di jerman, dia masih selalu hadir di pikiranku. Padahal aku telah mencari orang lain yang lebih dekat denganku. Namun, namanya hati memang tak bisa dipaksakan. Aku masih ingat ketika ibu selalu menanyakan adakah tambatan hati baru ketika aku sudah di Jerman. Ibu selalu menanyakan itu karena beliau tahu, aku keras kepala sekali kalau menyangkut masalah hati. Memang sih aku cenderung genit dan suka berburu cowo cakep, tapi tetap saja yang dihati cuma si dia. Dan seiring berjalannya waktu, ikhlas itu akhirnya datang juga.
Mulai April 2012 hidupku berubah. Aku menemukan diriku kembali tanpa bayang-bayangnya. Toh dia juga sudah sangat bahagia di sana. Melihat dia bahagia, aku juga ikut bahagia. Terkadang bahagianya seseorang tidak harus dengan selalu ada di sisinya. Cukup dengan mendoakan, memantau dia dari jauh, itu sudah membahagiakan kita. Yang utama tetap ikhlas. Semoga dia selalu bahagia bersama kekasihnya sekarang. Amin.
Mungkin untuk move on itu gampang, namun ikhlasnya itu susah. Butuh waktu lama untuk ikhlas. Yang utama adalah jangan berlarut-larut, tetap berdoa dan ingat akan motivasi, cita-cita, dan keluarga, terutama orang tua.

Keine Kommentare:
Kommentar veröffentlichen