Sonntag, 26. August 2012

18 Januari 2012

Hari itu ibuku ulang tahun. Dan hari itu aku berangkat ke jerman. Aku tak bisa berkata banyak kepada ibuku hari itu. Aku takut menangis karena harus pergi. Aku hanya bercanda, " ibu gaya. Ulang tahun di bandara Soekarno-Hatta". Maaf ya Bu, anakmu pergi disaat engkau berulang tahun. Semoga ibu selalu bahagia dan selalu dalam lindungan Allah. Ibu yang selalu menginspirasiku. Ibu yang membuatku bisa melewati semua ini. Maaf, juni bandel dan buat ibu jengkel selama ini.Juni sayang ibu, selalu. Untuk bapak, mungkin kita sama-sama bandel ya.. hehe. Tapi bapak adalah bapak paling hebat. Terima kasih telah mendidik juni sekeras ini. Juni jadi bisa menyelesaikan semua sendiri. Mancing, ke sawah, ke gunung, ke kebon, ndorong gerobak, main burung dara, ke bengkel, naik perahu. Walau bapak jarang di rumah, tapi sebelum juni ke jerman, bapak selalu dirumah. Juni kangen solat diimamin sama bapak. Kangen balapan ke meja makan waktu buka puasa. Hehe. Juni sayang bapak juga, selalu. Tyas, adiku, temen curhat, temen main, temen berantem. Mungkin kamu itu sayang sama aku. Hehe. Manja bgt kamu sih. Tapi aku sayang kamu. Jujur, aku lebih kangen kamu daripada kangen sama bapak ibu. hehe. Tyas, maaf ya kalo aku nakal. Habis aku gemes bgt sama kamu. Hehe. Tetep jadi diri sendiri ya yas, jangan terpengaruh orang lain. Jangan sembarangan bergaul sama orang. Jangan alay ya... hehe. miss you so much my sist. Aku lebih banyak diam di hari ini. Bingung. Saat-saat terakhir. Aku akan pulang kok, tapi entah kapan. Karena itu aku diam. Aku takut tak bisa menahan semua dan menangis. Lebih baik aku diam. I had the best day with you, today.

Keine Kommentare:

Kommentar veröffentlichen