Montag, 27. August 2012
19 Juni 2012
Hari ini aku berulang tahun. Aku sempat khawatir tidak bisa ber-skype ria dengan bapak, ibu, adikku. Dan ternyata memang tidak. Ibu tidak sedang dirumah. Beliau ada pelatihan petugas medis haji. 2 minggu lamanya. Aku sempat putus asa. Dan aku ingat, tanggal 18 Juni ga konsen belajar. Dan kalau sedang tidak tenang biasanya aku menangis. Dan benar saja, di pelajaran fisika aku diam-diam menangis. Rindu berulang tahun bersama keluarga.
Namun aku kembali tenang. Aku ingat tgl 19 harus masak. Karena aku ingin makan bersama teman-teman disini pada hari ulang tahunku. Tanggal 18 malam sudah kupersiapkan semuanya. Dan waktunya untuk tidur. Aku ingin bangun tengah malam. hehe. Biasanya temanku, namanya wika, tidur bersamaku. Namun waktu itu wika sedang di kamar putri. Dia juga temanku. Dia membawa kunci kamarku, agar aku tidak perlu repot-repot membukakan pintu. Dan akhirnya aku tidur.
Sekitar jam setengah 1 dini hari aku terbangun. Aku syok ketika melihat kamar dibuka dan melihat sosok yang benar-benar membuat aku kaget. Dia adalah Arda. Temanku juga. Setelah itu muncul teman-temanku yang lain, putri, wika, clara, gilang, andi, ben, haikal, yunus, dan kak billy. Ternyata mereka menyiapkan kejutan tengah malam untukku. Dan aku tidak menyadari ketika sebelum tidur wika pinjam kunci kamarku. Kukira ya itu hal biasa. Dan acara potong kue dan tiup lilinpun terjadi. Arda yang bawa lilinnya lho. Hehe. First cake buat Arda dong. hehe. Dilanjut pada kasi hadiah. Terus foto-foto.
Aku terharu banget dikasi kejutan kaya gini. Walaupun dengan kondisi aku yang ngantuk, rambut berantakan, pokoknya ga banget. Terima kasih banyak untuk teman-teman seperjuangan. Aku sayang kalian. Terima kasih. Walaupun tanpa keluarga disini, kebahagiaan itu tetap ada bersama teman-teman.
Terima kasih Ya Allah. Terima kasih banyak sebanyak banyaknya. Semoga di sisa usia ini selalu Engkau ridhoi. Amin.
Sonntag, 26. August 2012
18 Januari 2012
Hari itu ibuku ulang tahun. Dan hari itu aku berangkat ke jerman. Aku tak bisa berkata banyak kepada ibuku hari itu. Aku takut menangis karena harus pergi. Aku hanya bercanda, " ibu gaya. Ulang tahun di bandara Soekarno-Hatta". Maaf ya Bu, anakmu pergi disaat engkau berulang tahun. Semoga ibu selalu bahagia dan selalu dalam lindungan Allah. Ibu yang selalu menginspirasiku. Ibu yang membuatku bisa melewati semua ini. Maaf, juni bandel dan buat ibu jengkel selama ini.Juni sayang ibu, selalu.
Untuk bapak, mungkin kita sama-sama bandel ya.. hehe. Tapi bapak adalah bapak paling hebat. Terima kasih telah mendidik juni sekeras ini. Juni jadi bisa menyelesaikan semua sendiri. Mancing, ke sawah, ke gunung, ke kebon, ndorong gerobak, main burung dara, ke bengkel, naik perahu. Walau bapak jarang di rumah, tapi sebelum juni ke jerman, bapak selalu dirumah. Juni kangen solat diimamin sama bapak. Kangen balapan ke meja makan waktu buka puasa. Hehe. Juni sayang bapak juga, selalu.
Tyas, adiku, temen curhat, temen main, temen berantem. Mungkin kamu itu sayang sama aku. Hehe. Manja bgt kamu sih. Tapi aku sayang kamu. Jujur, aku lebih kangen kamu daripada kangen sama bapak ibu. hehe. Tyas, maaf ya kalo aku nakal. Habis aku gemes bgt sama kamu. Hehe. Tetep jadi diri sendiri ya yas, jangan terpengaruh orang lain. Jangan sembarangan bergaul sama orang. Jangan alay ya... hehe. miss you so much my sist.
Aku lebih banyak diam di hari ini. Bingung. Saat-saat terakhir. Aku akan pulang kok, tapi entah kapan. Karena itu aku diam. Aku takut tak bisa menahan semua dan menangis. Lebih baik aku diam. I had the best day with you, today.
Samstag, 25. August 2012
2012
Sudah lama sekali ga menjamah blog ini. Mungkin saya tidak menyempatkan diri untuk kembali menulis.Semoga sekarang dan seterusnya saya akan tetap menulis. Amin. 2012, tahun ini. sekarang sudah bulan Agustus.Tahun pertama di saya di Jerman. Sudah 7 bulan sejak kedatangan saya pertama tanggal 19 Januari 2012. Januari dan Februari saya habiskan di ibukota, Berlin. Saya tinggal di sebuah apartemen bergaya klasik di Bundesplatz 9, no.13 bersama 9 teman dari Indonesia. Apartemen ini cukup besar dan mewah.
Dan dimulailah petualangan saya di Jerman. Dengan berbagai masalah birokrasi dan romantisme remaja.
Saya harus kembali mengikuti kelas bahasa Jerman. Hari-hari saya habiskan di Hartnackschule mulai pukul 9 pagi hingga setengah 4 sore bersama Frau Stickel dan Herr Axel. Guru favorit saya adalah Herr Axel. Keduanya adalah orang Jerman asli yang menurut saya benar-benar mencerminkan watak orang asing yang saya tahu, tepat waktu dan dingin. Namun Herr Axel berbeda. Beliau cenderung lebih santai dan menyelipkan humor setiap mengajar. Beliau juga berpengetahuan luas. Tak jarang kami diajak diskusi tentang politik, budaya, atau hal lain. Sangat menyenangkan.
Januari Februari adalah puncak musim dingin di Jerman. Suhu minus belasan bahkan 20 derajat sudah saya alami. Kedinginan di kamar sampai flu gara-gara Heizung (pemanas ruangan) mati. Kemana-mana harus berjaket tebal. Itulah musim dingin.
Sedikit dulu ya, setengah jam lagi buka puasa. Persiapan dulu. ^^
-Juni jaman jahiliyah bersama Frau Stickel di Hartnackschule, hari terakhir kelas Deutsch sebelum ke Koethen-
-Indonesische Veranstaltung (Pertemuan bareng orang Indonesia) di Harnackschule bersama pemilik Hartnackschule-
-Kumpul anak-anak Progress bareng Betreuer di Nusantara sebelum pada pisah ke kota masing-masing-
-Foto bareng temen sekelas sama Herr Axel di hari terakhir kelas Deutsch Hartnackschule-
-Juni dan Lala, sebelum main suling bambu di Indonesische Veranstaltung-
Abonnieren
Posts (Atom)



