Donnerstag, 27. Mai 2010

Kita Dengan Alam

Di seluruh dunia, upaya penyelamatan satwa dan berbagai tumbuhan sangat gencar dilakukan. Akan tetapi, kepunahan flora dan fauna tetap saja mengalami peningkatan. Hal itu disebabkan oleh banyak faktor, diantaranya oleh ulah manusia itu sendiri. Manusia terlalu serakah dalam memanfaatkan sumber daya alam. Padahal, diantara sumber daya alam itu, ada yang tidak dapat diperbarui atau diperbanyak. Contohnya saja barang-barang tambang, seperti emas, timah, tembaga, dan sebagainya. Kalaupun dapat diperbarui, itu membutuhkan waktu yang cukup lama, seperti pengembangbiakan hewan dan tumbuhan.
Di Indonesia sendiri, perburuan hewan dan tumbuhan langka masih terus terjadi. Bahkan semakin parah. Aturan hukum dan pidana juga sudah sangat jelas melarang adanya perburuan liar satwa yang dilindungi. Namun, sepertinya pemburu-pemburu itu gila harta, sehingga mereka terus saja melakukan tindakan ilegal itu. Sangat memprihatinkan jika kondisi seperti ini terus dibiarkan begitu saja.
Kita lihat saja sekarang, harimau Sumatra, harimau Jawa, badak bercula satu, ajag (anjing liar Jawa), orang utan, babirusa, anoa, macan kumbang, jalak Bali, cendrawasih, dan masih banyak hewan lainnya yang terancam punah. Mereka dikuliti atau dijual ke sirkus-sirkus. Ada pula yang diambil organ tubuhnya hanya untuk materi semata. Sungguh disayangkan, hewan-hewan nan eksotis itu habis karena keserakahan manusia. Pendirian suaka margasatwa setidaknya dapat mengurangi tindak perburuan liar tersebut.
Tidak hanya pada hewan, pada tumbuhan juga demikian. Tumbuhan lebih sulit untuk dikembangbiakan karena proses yang terlalu lama dan rumit. Akan tetapi, jika dilakukan dengan baik dan teliti, maka semua bisa tercapai. Pendirian cagar alam dan hutan lindung pun sangat gencar untuk direalisasikan.
Akan tetapi, banyak hutan yang telah rusak. Contohnya saja hutan tropis. Dalam hutan tropis terdapat berbagai macam tumbuhan dan hasil hutan yang melimpah. Berbagai jenis anggrek, rotan, kayu, dan organisme hidup di sana. Keseimbangan alam sangat dipengaruhi oleh hutan-hutan tropis. Tidak hanya itu, hutan juga merupakan paru-paru dunia, sumber oksigen bagi kehidupan. Hutan juga berfungsi sebagai tempat penahan air, sumber mata air kehidupan. Hutan adalah habitat terbesar flora dan fauna di dunia ini.
Namun, penjarahan hutan seringkali terjadi dan menyebabkan kerusakan di sana-sini. Setiap hari banyak bagian dari hutan yang hilang karena pembukaan lahan oleh manusia. Kebakaran hutan juga amat sering terjadi. Hal itu menyebabkan hutan gundul dan bencana sering terjadi, seperti tanah longsor dan banjir.
Sangat mengenaskan apabila lingkungan hidup menjadi rusak. Diharapkan bagi seluruh umat manusia harus ikut serta menjaga kelestarian lingkungan dengan baik. Hal itu adalah kewajiban dan pertanggungjawaban kita kelak dan sebagai warisan demi kelangsungan generasi masa depan. Alam wajib dilestarikan sebagai titipan Illahi yang sangat berharga.

Keine Kommentare:

Kommentar veröffentlichen