Penyebab infeksi yang menurunkan kekebalan tubuh secara fatal adalah HIV (Human Immunodificiency Virus). Virus tersebut menyebabkan kasus AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) dengan menginfeksi dan secara cepat menghancurkan sel-sel T penolong. AIDS adalah suatu sindrom menurunnya system kekebalan tubuh. AIDS termasuk penyakit menular seksual (PMS).
Sampai saat ini, belum ditemukan obat untuk menyembuhkan AIDS. Padahal, penderita AIDS semakin bertambah di dunia. Penyakit ini menular secara cepat melalui hubungan seksual. Di negara barat, kasus AIDS banyak yang disebabkan oleh seks bebas. Akibat pergaulan bebas, tidak heran jika seks bebas semakin meningkat di kalangan remaja pada khususnya. AIDS banyak diderita oleh para pekerja seks. Baik itu homoseks ataupun heteroseks. Penularan AIDS sangat marak terjadi di tempat-tempat ajang prostitusi.
Akan tetapi, kasus AIDS banyak diakibatkan karena pemakaian narkoba suntik. Kita lihat saja, jarum suntik yang digunakan untuk pemakaian narkoba suntik, jarum suntik tersebut digunakan bersama-sama dan secara bergantian satu sama lain. Virus HIV sendiri sangat mudah menular melalui hubungan darah, cairan vagina, dan air mani.
HIV/AIDS, penyakit atau kutukan? Itulah tanda tanya besar yang akan dikemukakan. HIV/AIDS memang kerap disebut penyakit, akan tetapi sampai saat ini masih belum ditemukan obatnya. Ada juga yang menyebutnya kutukan karena akibat dari perbuatan dosa yang dilakukan seseorang seperti hubungan seks bebas dan pemakaian narkoba. Jika ada seorang pria atau wanita terkena HIV/AIDS dipastikan keturunannya juga akan menderita penyakit yang sama.
Banyak orang yang terkena HIV/AIDS bukan karena dia melakukan perbuatan dosa, melainkan dia tertular dari orang lain. Contoh saja, di Surabaya ada seorang dokter yang menangani penyakit menular seksual. Karena ketidakhati-hatiannya, dia terkena jarum suntik yang telah digunakan kepada pasien HIV/AIDS. Otomatis dia pun terkena virus yang sama. Lebih parahnya lagi, dia tidak menyadari bahwa dia telah terkena jarum suntik itu. Dia mengetahui bahwa dia terkena HIV/AIDS setelah, anaknya yang baru lahir mengalami diare terus menerus. Setelah cek ke laboratorium, diketahui bahwa ternyata mereka sekeluarga terkena HIV.
Apalagi, HIV/AIDS hanya bisa terdeteksi beberapa tahun kemudian. Beberapa bulan awal, virus HIV masih mengalami fase adaptasi kepada tubuh. Kurun waktu masa infeksinya bertahun-tahun kemudian. Itulah yang menyebabkan HIV/AIDS sulit terdeteksi. Gejala awal seseorang terkena HIV/AIDS adalah terserang flu yang cukup lama dan berkurangnya kekebalan tubuh ditandai dengan munculnya jamur beberapa bagian tubuh.
Oleh karena itu, HIV/AIDS bisa dikatakan penyakit dan bisa pula disebut kutukan. Dikatakan penyakit karena memang disebabkan oleh virus. Dikatakan kutukan karena penyebab penyakit ini antara lain karena seks bebas dan penggunaan narkoba.
Keine Kommentare:
Kommentar veröffentlichen